
Di era digital seperti sekarang ini, arus informasi datang sangat cepat dari berbagai arah, mulai dari portal Baca Berita dan Belanja Online, hingga media sosial. Namun, tak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.
Banyak di antaranya yang ternyata adalah berita hoax atau berita palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan pembaca, menciptakan kepanikan, atau menyebarkan kebencian.
Sebagai pengguna internet yang cerdas, Sobat perlu tahu kriteria berita hoax yang perlu diwaspadai agar tidak mudah termakan informasi palsu. Yuk, simak ulasan berikut ini agar kita semua lebih bijak dalam menyaring berita!
Daftar Isi
Judul Sensasional dan Provokatif
Salah satu ciri paling mencolok dari berita hoax adalah judul yang terlalu bombastis dan provokatif. Biasanya, judulnya dibuat untuk menarik perhatian dan memancing emosi pembaca agar langsung membagikan tanpa membaca isinya secara menyeluruh.
Contohnya seperti: “Heboh! Presiden Diam-Diam Akan Mundur!” atau “Ilmuwan Temukan Ramuan Ajaib Penyembuh Segala Penyakit!”. Kalau Sobat menemukan judul seperti ini, sebaiknya jangan langsung percaya. Baca dulu isi beritanya secara lengkap dan kritis.
Sumber Tidak Jelas atau Anonim
Berita hoax sering kali tidak mencantumkan sumber informasi yang jelas dan terpercaya. Kalaupun ada, biasanya bersifat anonim atau tidak bisa diverifikasi kebenarannya. Misalnya, “menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya” atau “dari sumber terpercaya tanpa bukti pendukung”.
Sobat harus selalu mengecek apakah berita tersebut menyebutkan narasumber yang kredibel seperti institusi resmi, pakar, atau media ternama. Jika sumbernya meragukan, besar kemungkinan itu adalah hoax.
Tidak Ditemukan di Media Arus Utama
Berita penting dan benar pasti akan diberitakan juga oleh media arus utama. Kalau Sobat menemukan berita heboh, tetapi tidak ada di media-media besar, hal tersebut patut dicurigai kebenarannya.
Coba lakukan pencarian cepat di Google atau platform berita terpercaya untuk melihat apakah informasi tersebut diliput oleh media resmi. Ini bisa jadi langkah awal untuk mengecek validitas berita.
Gaya Bahasa Emosional dan Penuh Tipuan
Berita hoax sering menggunakan bahasa yang provokatif dan mengandung ujaran kebencian, bahkan terkadang memuat ancaman atau tekanan agar pembaca segera menyebarkannya.
Contoh kalimat seperti: “Sebarkan sebelum dihapus!” atau “Jangan biarkan keluarga Anda menjadi korban!” bertujuan memanipulasi emosi pembaca. Jika Sobat menemukan kalimat semacam ini, sebaiknya waspada dan jangan buru-buru membagikannya.
Tanggal dan Kronologi Tidak Konsisten
Berita hoax sering kali menyajikan informasi yang tidak runtut, bahkan mencantumkan tanggal kejadian yang tidak masuk akal atau sudah lama terjadi namun dikemas seolah-olah baru.
Periksa baik-baik tanggal publikasi dan kronologi kejadiannya. Jika tidak konsisten atau membingungkan, itu bisa jadi pertanda bahwa berita tersebut adalah hoax.
Tidak Ada Referensi atau Tautan Pendukung
Berita yang kredibel biasanya menyertakan tautan ke sumber lain atau referensi yang bisa dicek. Sedangkan berita hoax hanya menyajikan opini sepihak atau klaim tanpa bukti. Jika Sobat membaca berita yang mengklaim sesuatu besar tapi tidak menyertakan data atau link sumber resmi, jangan langsung percaya.
Yuk, biasakan untuk membaca di Portal Berita dan Belanja Online terpercaya, serta berpikir sebelum membagikan informasi. Jadikan internet sebagai tempat berbagi kebaikan, bukan hoax dan kebencian. Semoga bermanfaat!
