5 Cara Membangun Kebiasaan Belajar pada Anak

Membangun Kebiasaan Belajar pada Anak Sejak Dini

Membangun kebiasaan belajar pada anak bukan hal yang instan. Anda memerlukan kesabaran, konsistensi, dan dukungan lingkungan yang positif agar anak dapat tumbuh dengan semangat belajar tinggi. Selain peran orang tua, sekolah pun harus dapat mendukung proses belajar, seperti Highscope Indonesia, Best Preschool in Jakarta.

Salah satu program yang menjadi dasar untuk membangun kebiasaan positif anak adalah Early Childhood. Melalui program ini, Highscope akan membangun lingkungan supportive untuk mendukung tumbuh kembang anak dalam mengenal dunia. Secara konsisten, Highscope akan mendukung kreativitas dan kemandirian anak.

5 Cara Membangun Kebiasaan Belajar pada Anak

Berikut lima cara sederhana, namun efektif untuk membantu anak membangun kebiasaan belajar yang positif sejak dini.

1. Jadikan Belajar sebagai Kegiatan yang Menyenangkan

Melansir Repositori Kemendikdasmen, pembelajaran yang menyenangkan akan memberikan tantangan agar siswa dapat berpikir kritis dan mengembangkan potensi secara maksimal. Belajar sendiri memang tidak harus selalu duduk di meja dan membaca buku.

Secara umum, anak-anak akan lebih mudah menyerap pengetahuan jika prosesnya dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Misalnya, Anda bisa mengajarkan konsep matematika lewat permainan angka, mengenalkan bahasa dengan lagu, atau melakukan eksperimen kecil di rumah.

2. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

Konsistensi adalah pondasi penting dalam membangun kebiasaan belajar. Buat jadwal belajar sederhana setiap hari, misalnya 30 menit di sore hari setelah bermain. Dengan rutinitas ini, anak akan belajar bahwa waktu belajar adalah bagian dari kegiatan sehari-hari, bukan beban tambahan.

3. Beri Apresiasi, Bukan Tekanan

Membangun kebiasaan belajar pada anak juga harus dibarengi dengan apresiasi. Setiap kemajuan kecil perlu Anda hargai dan hindari memberi memberi tekanan berlebih.

Ketika anak berhasil menghafal huruf, menyelesaikan teka-teki, atau membaca buku pertamanya, beri pujian dengan tulus. Meski terlihat sepele, apresiasi akan membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar.

4. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman

Anak akan lebih mudah fokus jika memiliki tempat belajar yang tenang, terang, dan menyenangkan. Anda pun bisa menata sudut rumah menjadi “pojok belajar” yang dipenuhi buku bergambar atau hiasan yang disukai anak. Lingkungan yang nyaman tidak hanya membantu konsentrasi, tetapi juga membuat anak mampu mengeksplorasi.

5. Pilih Sekolah yang Mendorong Kemandirian Belajar

Sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan belajar anak. Sebagai orang tua, Anda sebaiknya memilih lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan berpikir kritis sejak dini. Cari lingkungan sekolah fleksibel, interaktif dan memacu kreativitas.

Sudah Tahu Cara Membangun Kebiasaan Belajar pada Anak?

Anak-anak belajar dari melihat, bukan hanya mendengar. Jika ingin anak menjadi rajin, tunjukkan kebiasaan serupa di rumah. Anda dapat membaca buku di depan mereka, tunjukkan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru, dan ajak anak berdiskusi. Selain itu, agar anak semakin terfasilitasi, berikan mereka lingkungan sekolah yang baik.

Salah satu contoh lembaga pendidikan yang menerapkan pendekatan tersebut adalah Best Preschool in Jakarta dari HighScope Indonesia. Program ini dirancang khusus untuk anak usia dini dengan pendekatan student-centered learning, di mana anak diajak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung.

Mereka tidak hanya belajar membaca atau berhitung, tapi juga dilatih mengenali emosi, bekerja sama, dan mengambil keputusan sederhana. Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan fleksibel, HighScope membantu anak membangun kecintaan terhadap proses belajar itu sendiri. Ayo, ambil keputusan terbaik untuk buah hati!

List Blog Keren Rajabacklink

Recommended For You

About the Author: admin

Penulis amatiran yang ingin melampaui Andrea Hirata :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *